“Ini SMS siapa Yank?” tanyaku pada Damar, pacarku.
“Temen.” jawabnya singkat dengan mata terus menatap ke laptop kesayangannya.
“Masa temen SMS kayak gini sich” lanjutku.
“Ya ampun Nay, biasa aza kali, ga macem-macem” katanya.
“Kamu pasti selingkuh, kan?” kataku sambil menatapnya tajam
“Nay, uda deh, ga usah mulai lagi.” katanya dengan nada uda mulai kesel.
“Tapi…..” kataku
“Nay, please jangan bikin aku tambah pusing dengan kecurigaan kamu yang ga beralasan kaya gitu, tugas aku uda banyak banget” katanya sambil menatapku dalem banget.
“Ok ok tapi awas sampe kamu ketauan selingkuh!” kataku sambil pergi mengambil minum meninggalkannya sendiri diruang tamu.
Aku Nayla, umurku 18 tahun, yaa memang mungkin aku terlihat sangat posesif dalam hal-hal kaya gini. Aduh ini karena aku sayang banget ma Damar, and ada alasan lain sih, tapi mungkin karena ini juga aku sama Damar sering berantem, sejauh ini sih Damar sangat sabar ngadepin aku, dengan sabar dia ngejelasin semua yang nge-buat aku curiga. Tapi ini aku lakuin karena aku ingin dia selalu jujur dan selalu berada disampingku. Dan dia adalah orang yang sejauh ini sangat setia sama aku.
***
“Nay!” teriak seseorang dibelakangku saat aku berjalan di koridor sekolahku.
Akupun menoleh,
“Hei Ram, ada apa?”
“Nggak, kamu mau kemana?”
“Mau ke TU ngambil absen, kamu sendiri mau kemana?”
“Sama donk, aku juga mau ke TU, tapi aku dipanggil Bu Santi.” jawabnya
“Bu Santi?? Bu Santi kan guru BP,, Ayooo kamu ngapain sampe dipanggil Bu Santi???” kataku ngeledeknya.
“Aku ga ngapa-ngapain kok, aku disuruh kesana soalnya aku kan jadi panitia Pensi, Damar juga dipanggil kok, Dia kan ketuanya.” katanya
“Oh iya gitu? Siapa za yang dipanggil kesana?(Qo aku ga dikasih tau sih)”
“Panitia inti aza, cuma ketua, sekretaris, bendahara and 6 ketua seksi, kenapa gitu?” tanyanya
“Ooo ga apa-apa, kamu sendiri jadi apa?”
“Jadi ketua seksi logistik donk,” katanya bangga sambil menepuk dada.
“Iiich cuma jadi ketua seksi logistik za bangga hahaha” kataku.
“Eh jangan salah, ketua seksi logistik itu adalah jabatan paling tersulit, kita harus ngurusin semua peralatan yang jadi kebutuhan Pensi, mulai dari alat-alat Band, panggung, poster, dan bla bla bla” katanya panjang lebar.
Aku hanya tersenyum saja melihatnya, kamipun berjalan bersama sampai di ruang TU. Dan..
“DAMAR!!!!” kataku sedikit berteriak. Aku melihat dia duduk berdua dengan cewek di dalam ruang TU sambil ngobrol gitu. Aku langsung menarik dia keluar.
“Ada apa Nay?” katanya bingung sendiri.
“Kamu ngapain berdua aja ma Dinda disitu, mesra banget lagi.” kataku
“Mesra gimana Nay? Aku Cuma lagi ngobrolin tentang Pensi dia kan sekretaris, wajar donk kita ngobrol” jawabnya.
“Tapi kenapa deket-deket gitu duduknya. Trus kalian cuma berdua lagi, kamu mau curi-curi kesempatan kan?”
“Kita nggak berdua Nay, Salim baru aza disuruh Pa Komar untuk fotocory sesuatu, Bu Santi tadi bersama kita disitu, Cuma Bu Santi tadi dipanggil Kepala Sekolah dulu, and yang lain belum datang aku ga pernah curi-curi kesempatan.” jelasnya.
“Tapi si Dinda itu kan ngecengin kamu, pasti dia yang curi-curi kesempatan deket-deketin kamu.”
“Nay, please, kalo kamu kaya gini, aku gakan bisa ngerjain Pensi ini dengan benar, please kali ini za kamu percaya ma aku, jangan dengerin apa kata orang and coba kamu pikir apa aku pernah selingkuh ma orang lain sejauh ini? Bagaimanapun juga aku pasti sering berkomunikasi dengan Dinda, Dewi atau siapapun cewek yang jadi panitia disini. Aku kan ketua panitia Pensi ini.” jelasnya
“Tapi kenapa kamu ngga bilang ma aku kamu disuruh kesini, sms kek, tlp kek,ato apa gitu, kalo aku ga kesini kamu pasti enak-enakan berdua-duaan ma Dinda!”
“Aku ga bilang, karena dipanggilnya aza mendadak, tanya deh ma yang lain, ma Rama misalnya, aku juga ga mungkin donk ke kelas kamu cuma buat bilang ‘Yank aku dipanggil Ibu Santi’,kamu kan lagi belajar, lagian aku kan uda bilang tadi pas aku jemput kamu kalo handphone aku ketinggalan dirumah, jadi aku pikir nanti aku bilang kekamu pas pulang sekolah aza.” jelasnya panjang lebar.
“Tapi..”
“Ok Nay Ok, kalo kamu ga percaya kaya gini, ikut aza kamu rapat sama kita para panitia diruang BP. Kamu bisa liat apa za yang aku kerjain disana. Ato…… apa aku harus mengundurkan diri jadi ketua? Itu mau kamu?”
“Ngga…., jangan ngundurin diri,, aku percaya ma kamu sekarang. tapi kamu janji yaa nggak macem-macem ma dia, and ma cewe – cewe yang lain” kataku lemah.
“Janji!” katamya mantap “Ya udah aku pergi dulu yaa” katanya sambil cium keningku sekilas dan berkumpul lagi ma temen-temen panitianya.
Ya begitulah Damarku, dia adalah orang paling sabar dan pengertian yang pernah aku punya. Meskipun kejadian kaya gitu memang sering terjadi dan dia terlihat tidak pernah bosan untuk menjelaskannya. Aku jadi semakin cintaaaaaaaaaaaaaaa sama dia, Damarku is the best.
***
Kring kring kring
‘Rasty calling’, Rasty itu sahabat aku.
“Hallo Ras” kataku
“Hallo Nay”
“Ada apa? Tumben telepon?” tanyaku.
“Nggak, kamu gy di Kafe d’Moon yaa? Cie cie cie.. Aku lewat situ loh,, aku liat kamu sama Damar disitu, ko ngga ngajak-ngajak sih, kan aku belum pernah makan disitu, katanya enak yaa, bener ga sih?” kata Rasty.
“Ras,, aku.. aku gy rumah, aku….. aku ga kemana-mana sekarang” kataku dengan bingung
“Hahh!!! Tapi.. tadi aku liat Damar sama cewe didalem, rambutnya sama panjangnya sama kamu, jadi aku pikir kamu yang ada disitu. Mungkin adiknya, iya pasti adiknya kan Nay,” katanya menenangkanku.
“T..t..tapi… adik Damar kan……… laki-laki, Ras” kataku lemah dan menahan tangis.
Hening..
“Mungkin aku salah liat Nay. Iya aku pasti salah liat, Uda ga usah dipikirin, ok”
Aku langsung menutup handphone dan pergi ke kafe d’Moon. Sampai disana aku memang melihat motor Damar, dan aku melihat dia memang makan berdua dengan cewek, aku ga kenal siapa dia, aku diam sebentar untuk mengamati mereka, tapi mereka duduk dekat sekali dan foto-foto berdua, dan aku melihar.. Oh Tuhan… Dia mencium pipi Damar, Mencium pipi DAMARKU!!! Aku langsung mendekati mejanya dan
PLAKK!!! Tanganku langsung menampar cewe itu, Damar yang kaget langsung berdiri. “Ada Apa sih Nay!!!”
“ADA APA?? ADA APA KATA KAMU!!! SIAPA DIA DAMAR!!! SIAPA??? NGAPAIN KALIAN DISINI, CIUM CIUM GA JELAS!! KAMU SELINGKUH KAN?!!” teriakku sambil sedikit menangis.
Damar menarikku keluar kafe.
“Lepasin tangan aku, Aku benci kamu DAMAR!!! Aku benci aku benciii” kataku
“Kamu kenapa sih!! Kamu ngomong apa??? Dia itu…”
“AKU GA MAU DENGER APAPUN KATA KAMU!!! AKU GA PERCAYA AMA KAMU!! AKU BENCIIIIIII KAMUUU” teriakku,
“TERSERAH!! TERSERAH KAMU NAY, AKU UDA CAPE!” ujarnya
“DAMAR!! Jawab 1 pertanyaan aku,” aku menarik nafas “ Dia Selingkuhan kamu kan!!!”
Damar diam
“JAWAB DAMAR!!!”
“Stop Nay, Stop teriak-teriak kaya gitu. Aku bener- bener uda muak dengan semua ini. Aku muak dengan sikap kamu yang seperti ini!! AKU CAPE!!” katanya
“AKU BENCI KAMU DAMAR!!! KITA PUTUS!!”
Dia diam terlihat shock,,
“Kenapa kamu diam hahh, kenapa?” tanyaku menantangnya, dia yang asalnya menunduk kemudian menatapku tajam, aku langsung tersentak, aku belum pernah melihat tatapan itu dari Damar. Kemudian dia bicara..
“Kalau kamu mau seperti itu, ok kita PUTUS!” katanya dengan terus menatapku
“Jadi bener kan kamu selingkuh? Mangkanya kamu setuju kita PUTUS” kataku. (Berbohonglah Damar, kumohon berbohonglah padaku, bilang dia bukan siapa-siapa kamu,, please Damar please!!)
“Iya! Puas?” katanya sambil pergi meninggalkanku.
Tenagaku serasa turun semua, badanku seperti tak ada penopang, semua yang aku takutin terjadi,, Damarku,, Damarku selingkuh.
“Kenapa Damar.. kenapa??” tanyaku pelan. Dia berbalik dan menatapku lagi.
“Karena aku bosan dengan sikap kamu yang seperti ini, aku bosan harus menjelaskan kepada kamu setiap kali aku deket ma cewe, bahkan ketika hanya duduk ga sengaja berdua, kecurigaan kamu ga logis, keterlaluan, aku uda ga sanggup Nay,, “ katanya.
“Tapi aku lakuin itu karena aku sayang sama kamu, dan harus kamu tau, aku pernah ditinggalkan oleh orang yang paling aku cinta, kakakku, kakakku meninggal karena kecelakaan. Padahal dia adalah orang yang paling sering melindungi aku, aku hanya ga mau kehilangan lagi, aku ga mau itu terjadi lagi. saat ketemu dan bersama kamu, aku ngerasa aku punya kakak lagi.. salah? kalo aku ga mau kehilangan kamu.”
“Tapi ga gitu caranya Nay. Cinta itu percaya, mengerti, dan melindungi, cinta tidak membuat orang terkekang, cinta bukan curiga, kalau saja kamu mengerti itu, mungkin aku akan menjadi orang terbaik yang pernah kamu kenal,,” katanya sambil pergi meninggalkan aku sendirian dan tidak berbalik lagi, bahkan menolehpun tidak. Aku hanya bisa menangis, sesegukan, sakit… hati ini sakit, sakit sekali.
***
Malamnya..
Jujur aku berharap dia mau datang dan menjelaskan semuanya seperti biasa. Tapi.. sekarang sudah jam 8 malam,, aku terus berharap dia datang,
Jam 9,, handphone pun nggak berbunyi.. please Damar, please jangan kaya gini.. tapi sms atau telepon pun tak ada,, Nay come on jangan harepin lagi, dia uda bener-bener ngekhianatin kamu. Uda lupain aza.. kataku dalam hati,akupun menangis lagi..
Jam 10 Kring kring bunyi hp aku, SMS ternyata, aku berharap ini dari Damar,,
From Rama
Nay bisa ketemu sebentar?
Aku uda diluar rumah kamu.
Aku tunggu.
Rama mau ketemu, mau apa? Dia sahabatnya Damar, pasti mau macem-mcem, aku sebenarnya males ketemu atau bicara sama orang, selain Damar, aku benar-benar malas ngapa-ngapain, tapi yaa sudahlah aku keluar saja. Akupun merapikan rambutku dan bergegas keluar dan aku melihat Rama.
“Ada apa?” kataku malas
“Nay, aku uda tau apa yang terjadi dari Damar, dan sepertinya aku harus melakukan ini,”
“Aku ga mau denger apapun tentang Damar!! Aku benci dia” meskipun dihati ini aku pingin denger banget, tapi aku harus bisa melupakannya. Dia yang uda aku perhatiin uda aku sayangin dia tega ngelakuin itu..
“Nay, bukan kamu saja yang sakit begini, Damar lebih terlihat seperti orang linglung, aku belum pernah melihat dia semenyesal itu,” kata Rama memulai penjelasannya.
“Menyesal?? Menyesal katamu. Terlambat, aku uda benci sekali ma dia.” kataku bohong.
“Dia ga sejahat seperti yang kamu kira. Aku kenal dia Nay.”
“Kamu pasti ngebela dia karena dia sahabat kamu, kan, kamu ga liat aku disini yang tersakiti, aku korban disini Ram,”
“Cewek yang tadi bersama Damar adalah kakak sepupu Damar yang memang baru datang dari Medan, mereka memang sangat akrab, dan kakaknya itu memang sering menggoda Damar mencium, meluk yaa memang kalau sekilas mereka terlihat mesra. Tapi sebenarnya tidak. Hati Damar hanya untuk kamu Nay”
Rama diam, aku diam mencerna apa yang dikatakan Rama. Rama lalu melanjutkan “Damar adalah orang yang paling setia dan sabar yang pernah aku temui, dia sangat tersiksa Nay, atas kejadian tadi siang, aku belum pernah melihat dia sesedih itu. “
“Lalu kenapa dia bilang benar dia selingkuh?”
“Dia emosi, dia kaget kamu tiba-tiba berteriak ga jelas, dan jujur, dia sedikit bosan dengan sikap kamu yang seperti itu, yang curigaan dan sebagainya, dia juga tidak enak sama kakak sepupunya, jadi dia sekalian ingin memberikan tahu kamu kalau perbuatan kamu itu bisa berakibat fatal, dia sebenarnya yang paling tersiksa disini Nay.” jelasnya.
“Aku Ga Percaya!!” kataku sedikit berteriak.
“Terserah, tapi kamu harusa tau, dia sampai sekarang masih sangat sangat sayang sama kamu, hanya kamu yang ada dihatinya. Dia bilang dia sebenarnya tidak ingin melakukan itu, tapi berhubung semua kejadian berlangsung cepat, dia lalu berfikir seperti itu. dan kamu keburu bilang putus. Dia shock banget, kamu bisa memutuskan hubungan kalian yang uda berjalan 3 tahun dengan tanpa pemikiran 2 kali, Dia tidak tau aku kesini, tapi aku ga tahan melihat dia seperti itu, seperti orang yang kehilangan setengah jiwanya..” dia menarik nafas dan melanjutkan,
“Nay, dengarkan aku, dia juga harus bersosialisasi dengan orang lain, apalagi posisinya dia adalah ketua panitia dan ketua OSIS, dia butuh cewe yang percaya sama dia, yang harus kamu tau Nay dia benci dengan perselingkuhan, dia ingin jadi orang yang setia, tapi.. “ dia diam seperti mau menyusun kata-kata..
“Tapi kamu yang membuat dia berbuat seperti ini, kamu yang curigaan terhadap apa yang dia ga lakuin, kamu yang terlalu posesif, kamu yang terlalu mengekang kebebasannya, jadi mungkin sekalian saja dia lakukan apa yang kamu tuduhkan Nay, Andai kamu percaya sama dia, sedikit aza, keadaannya pasti berbeda. Maaf Nay tapi kamu harus tau itu, Damar tetap cinta sama kamu.” Lanjutnya.
Aku diam dan Rama pun pergi dari rumahku.. akupun merenung semalam suntuk dan flashback ke semua kejadian yang aku pernah lewatin sama Damar.
Esoknya aku melihat Damar di kantin, dia memang terlihat lusuh dan tidak bersemangat, sama seperti aku, aku memberanikan diri untuk mendekatinya.
“Hai Damar, boleh aku ikut duduk” kataku agak canggung.
“Oh Nay, boleh silahkan saja,” katanya sedikit kaget melihatku.
“Damar, aku tau semua yang sebenanya kamu dari Rama, aku menyesal Damar, aku minta maaf, aku memang terlalu posesif dan curigaan, aku terlalu mengekang kebebasan kamu, aku minta maaf, tapi aku mengerti kalau kamu ga mau maafin aku..” kataku tersendat dan mulai menangis, Tuhan kuatkan aku. Akupun melanjutkan
“Aku…aku mungkin ga pantes buat mengharapkan kamu kembali sama aku, kamu lebih pantas dapat seseorang yang jauh lebih baik dariku. Tapi aku tetap mencintai kamu, lebih dari siapapun. Maaf kalau selama ini aku menyusahkan kamu dan pasti nanti orang yang menjadi pacar kamu adalah orang yang paling beruntung, karena kamu orang yang paling baik yang pernah aku kenal.” kataku
“Nay..” katanya
“Ya” jawabku
“Boleh ngga aku dapat kepercayaan kamu 95%?”
“Hahh?? Maksudnya?”
“Asal kamu mau percaya sama aku 95%, aku ingin menjadi orang yang paling mencintai kamu didunia ini, orang yang akan melindungi kamu selama aku hidup. Dan aku ingin kamu yang menjadi orang yang beruntung itu, yaa itu menurut kamu loh..”
“Maksudnya?”
“Ampuuun apa gara-gara kemarin kamu jadi lemot ya?? Kepala kamu terbentur ga? Hahaha gini loh, kalo kata kamu orang yang akan menjadi pacar aku adalah orang beruntung, aku ingin kamu yang jadi orang itu. Asal kamu mau percaya sama aku 95%” katanya.
Aku tersenyum.. “Aku…. aku mau mempercayai kamu jangankan 95%, 1000000% pun aku mau melakukannya”
“Nah gitu donk senyum tapi aku mau kamu mempercayai aku 95% aza, 5% lagi kamu harus curiga atau lebih tepatnya waspada ma aku, biar aku ga salah jalan. Kalau kamu percaya aku 100% ketika aku salah jalan aku tak ada yang memberitau aku karena kamu ga curiga ma aku“ katanya
“hahaha.. Dasar!! Ok Ok aku akan percaya kamu 95% hahahaha” kamipun tertawa bersama. Aku akan menepati janjiku padanya, aku akan percaya padanya 95%..
>>End<<

Poskan Komentar